PENGARUH PENERAPAN PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR TERHADAP ASUPAN ZAT GIZI, KADAR GLUKOSA DARAH DAN LAMA HARI RAWAT PASIEN DM TIPE 2 DI RSU PROVINSI NTB

Latar Belakang: Sebagai bagian dari tim asuhan kesehatan, ahli gizi dituntut untuk dapat memberikan asuhan gizi yang berkualitas kepada pasien seperti rancangan diet yang tepat, edukasi dan konseling gizi yang sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan gizi yang terdokumentasi, serta hasil asuhan gizi dapat terukur dan tidak bias. Kualitas pelayanan dinilai melalui hasil kerja dan kepatuhan mentaati proses terstandar yang disepakati. Sejak tahun 2006 American Dietetic Association (ADA) merekomendasikan agar memberikan asuhan gizi dengan menggunakan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), terutama bagi pasien yang mengalami malnutrisi atau berisiko malnutrisi, contohnya pada pasien DM.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penerapan PAGT terhadap asupan zat gizi, kadar glukosa darah dan lama hari rawat pasien DM tipe 2 di RSU Provinsi NTB. Penelitian ini merupakan penelitian Randomized Control Trial (RCT]) dengan rancangan Pretest-Posttest with Control Group. Kelompok perlakuan mendapat PAGT, sedangkan kelompok kontrol mendapat asuhan gizi konvensional. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, asupan zat gizi, kadar glukosa darah dan lama hari rawat. Untuk mengetahui pengaruh dari intervensi dilakukan analisis statistik independent t-test.

Hasil Penelitian: Sebagian besar sampel adalah laki-laki (55,17%), 82,75% berumur 40-60 tahun, 86,2% dengan diagnosis DM tipe 2 disertai komplikasi. Ada perbedaan bermakna rerata asupan energi, protein, karbohidrat dan serat awal dan akhir pada kedua kelompok. Rerata kadar glukosa darah mengalami penurunan, yaitu kelompok perlakuan sebesar 171,69 mg/dl (SD±98,17) dan 36,31 mg/dl (SD±125,64) pada kontrol, tetapi perbedaan tersebut hanya bermakna pada kelompok perlakuan (p<0,001). Analisis delta perubahan menunjukkan ada perbedaan bermakna kadar glukosa darah antara kelompok perlakuan dan kontrol (p=0,003). Rerata lama hari rawat kelompok perlakuan adalah 11,7 hari dan kelompok kontrol 7,3 hari, dan perbedaan tersebut bermakna secara statistik (p=0,029).

Kesimpulan: Penerapan asuhan gizi dengan pendekatan proses asuhan gizi terstandar (PAGT) berpengaruh terhadap pengendalian kadar glukosa darah pasien DM tipe 2 dan cenderung dapat memperbaiki asupan zat gizi lebih baik dibandingkan dengan asuhan gizi konvensional. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil terapi yang lebih baik ini membutuhkan waktu perawatan yang relatif lebih panjang.

Kata kunci: DM tipe2, PAGT, asupan zat gizi, kadar glukosa darah, lama hari rawat.

Peneliti Utama : Suhaema, S.SiT, MPH

Anggota Peneliti :

Ir. Iswidhani, MQIH

Tentang jurnalgiziprima

Jurnal gizi prima
Pos ini dipublikasikan di Peneltian tahun 2011. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s