PEMBUATAN TEPUNG BMC (BAHAN MAKANAN CAMPURAN) INSTAN BERBAHAN BAKU PANGAN LOKAL DAN UJI SIFAT ORGANOLEPTIK, FISIK DAN KIMIA.

Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula tepung BMC instan dan menguji sifat organoleptik, fisik dan kimianya. Penelitian ini bersifat eksperimen di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan satu faktor perlakuan yaitu Perbedaan total padatan (50%; 55%; 60%; 65%; 70%) untuk masing-masing formula (tepung beras-kedelai-gula; tepung jagung-kedelai-gula; tepung singkong-kedelai-gula; tepung ubijalar-kedelai gula; tepung pisang-kedelai-gula).

Adapun variabel respon dalam penelitian ini adalah sifat organoleptik, sifat fisik dan sifat kimia. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan uji keragaman (Anova). Selanjutnya formula BMC instan yang paling disukai diujikan pada panelis konsumen (anak Balita) untuk mengetahui daya terimanya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tidak ada pengaruh perbedaan total padatan terhadap sifat organoleptik bubur formula BMC instan pada semua komposisi formula (p>0,05). Berdasarkan nilai total  sifat organoleptik secara keseluruhan, ditentukan formula terpilih untuk masing-masing komposisi adalah : beras-kedelai (total padatan 55%), singkong-kedelai (total padatan 50%), jagung-kedelai (total padatan 70%), ubijalar-kedelai (total padatan 60%), dan pisang kedelai (total padatan 65%). Ada pengaruh perbedaan komposisi formula terhadap sifat organoleptik (warna, bau, rasa, dan tekstur) bubur formula BMC instan yang dihasilkan (p<0,05), dan diperoleh bahwa formula dengan komposisi bahan singkong-kedelai mempunyai sifat organoleptik (warna, bau, rasa, dan tekstur yang paling disukai).

Pada uji daya terima oleh panelis konsumen (anak Balita), didapatkan bahwa sebagian besar (82,86%) dapat menerima atau menghabiskan porsi bubur yang disajikan. Ada pengaruh perbedaan komposisi terhadap densitas kamba tepung formula BMC instan yang dihasilkan (p<0,05), dan didapatkan bahwa formula singkong-kedelai dan pisang kedelai mempunyai nilai densitas kamba yang lebih tinggi dari formula yang lain. Komposisi gizi formula tepung BMC pada umumnya sudah memenuhi persyaratan. Persyaratan yang belum terpenuhi adalah : kadar air pada beberapa komposisi formula masih melebihi 10% bk, dan kadar lemak formula jagung-kedelai masih lebih dari 10% bk.

Untuk pengembangan lebih lanjut perlu diteliti beberapa parameter yang belum diungkap dalam penelitian ini meliputi: kadar serat pangan, stabilitas selama penyimpanan, penggunaan bahan kemasan yang baik.  Selanjutnya perlu dilakukan nutrifikasi mikro nutrien yang sesuai dengan masalah gizi pada golongan sasaran.

Kata Kunci : Pangan Lokal, BMC instan

Peneliti Utama : Made Darawati, STP, M.Sc

Anggota Peneliti :

1.AASP Chandradewi, SKM, M.Kes

2. Ni Ketut Yuniati

 

Tentang jurnalgiziprima

Jurnal gizi prima
Pos ini dipublikasikan di Peneltian tahun 2011. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s