PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI SEBELUM DAN SESUDAH KONSELING GIZI MELALUI HOME VISIT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSU PROVINSI NTB

Kunci keberhasilan pengelolaan DM adalah melalui diet, di RSU Prov. NTB penyakit DM menempati urutan kedua terbanyak setelah hipertensi, dimana untuk pasien rawat jalan yaitu 2.510 orang (16,2 %). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan tingkat konsumsi zat gizi sebelum dan sesudah konseling gizi melalui home visit pada pasien diabetes mellitus type 2 rawat jalan di RSU provinsi NTB.

Penelitian ini dilakukan di Kota Mataram selama 5 bulan, dengan populasi pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSU Prov. NTB. Sampel adalah populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Penelitian ini bersifat eksperimen semu menggunakan pre-post test one group design. Data yang dikumpulkan berupa karakteristik sampel, data antropometri (BB/TB), data konsumsi makanan, dan data kadar glukosa darah sewaktu. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif dan analitik, dimana analisis statistik menggunakan uji Paired T-test untuk mengetahui perbedaan tingkat konsumsi zat gizi, dan perbedaan kadar glukosa darah sewaktu sebelum dan sesudah konseling gizi melalui home visit pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSU Prov. NTB.

Sampel penelitian berjumlah 36 orang, yang didiagnosa DM tanpa komplikasi 52,8 % dan DM dengan komplikasi 47,2 %. Sebagian besar (75 %) sampel berumur 51-60 tahun, dan dari 36 sampel lebih banyak (53 %) jenis kelamin perempuan.  Sebagian besar sampel (63,9 %) melakukan olah raga dan 36,1 % tidak melakukan olah raga. Jenis Oral antidiabetes (OAD) yang dikonsumsi sampel ada dua golongan yaitu sulfonilurea terdiri dari  glimepiride dan glibenclamide,  dan golongan biguanides terdiri dari gliquidone, glukodek, metformin, gludepatic. Rata-rata tingkat konsumsi energi, protein, lemak dan karbohidrat  tidak jauh berbeda ebelum dan sesudah konseling gizi melalui home visit yaitu sebelum konseling  rata-rata tingkat konsumsi energi 108,5%, protein 99,05 %, lemak 112,6%, karbohidrat 102,27% dan setelah konseling rata-rata tingkat konsumsi energi 103,07%, protein 97,34%, lemak 106,93 % dan karbohidrat 103,55 %. Uji Paired sample test menunjukkan tidak ada perbedaan (0>0,005) tingkat konsumsi energi, protein, lemak dan karbohidrat  sebelum dan sesudah konseling gizi melalui home visit. Tidak ada perbedaan  tingkat konsumsi energi, protein, lemak dan karbohidrat  sebelum dan sesudah konseling gizi melalui home visit pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSU Prov. NTB. Ada perbedaan  kadar glukosa darah sebelum dan sesudah konseling gizi melalui home visit pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSU Prov. NTB.

Kepada pasien DM untuk terus dapat termotivasi dalam menjalankan diet DM dengan benar sehingga kadar glukosa darah dapat terkendali, dan dengan demikian dapat mencegah munculnya komplikasi baik mikroangiopati maupun makroangiopati, dan bagi pasien DM dengan komplikasi mencegah perjalanan penyakit  menjadi lebih buruk.

Kata Kunci : Tingkat Konsumsi, Sebelum-Sesudah Konseling Gizi, Diabetes Mellitus

Peneliti Utama :Aladhiana Cahyaningrum, AGK, SP, M.Kes

Anggota Peneliti :

1. Fifi Luthfiyah, SST, M.Kes

2. Yuli Laraeni, SKM, MPH

3. Retno Wahyuningsih, S.Gz

 

Tentang jurnalgiziprima

Jurnal gizi prima
Pos ini dipublikasikan di Peneltian tahun 2011. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s