PENGARUH JUS JAMBU BIJI (Psidium guajava linn) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT JALAN DI KOTA MATARAM

Berdasarkan studi literatur, obat yang biasa dikonsumsi oleh pasien diabetes mellitus mengandung Glibenklamida (turunan sulfonilurea) dan Metformin (turunan biguanida), dimana kedua senyawa tersebut mengandung unsur nitrogen, yang pada tanaman, unsur tersebut banyak terdapat pada alkaloid dan flavonoid. Jambu biji merupakan salah satu jenis buah-buahan yang mengandung berbagai zat gizi, serat serta antioksidan berupa flavonoid. Hasil uji praklinis pada tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar model diabetes mellitus, bahwa pemberian jus jambu biji (Psidium guajava L) dengan dosis 0,5 g/tks/hr, 1 g/tks/hr dan 2 g/tks/hr selama 10 hari berturut-turut, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik, bahkan dapat memperbaiki sel ß pankreas dengan menurunkan apoptosis dan nekrosis,  meningkatkan proliferasi sel ß pankreas serta menurunkan kadar glukosa darah  (Aladhiana 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian  jus jambu biji (Psidium guajava linn) terhadap  kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus  rawat jalan di Kota Mataram.

Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan menggunakan rancangan acak sederhana non randomized prepost test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 60, dibagi dalam 2 kelompok, yaitu  kelompok perlakuan sebanyak 30 sampel yang mendapatkan jus jambu biji dan oral antidiabetes (OAD), dan kelompok kontrol sebanyak 30 sampel hanya mendapatkan OAD. Pemberian jus jambu biji dengan dosis 2 g/kg BB/hr dilakukan selama 24 hari. Pengukuran glukosa darah menggunakan alat blood glucose test meter GlucoDr (All Medicus Co. Ltd. Korea) pada awal dan akhir penelitian. Asupan makanan diamati dengan food record selama 24 hari.          

Hasil uji  independent samples T-test menunjukkan ada perbedaan terhadap penurunan kadar glukosa darah (p=0,001< α=0,01)   pada kedua kelompok, masing-masing sebesar 99,4 mg/dl pada kelompok perlakuan yang mendapatkan jus jambu biji dan OAD, dan 13,2 mg/dl pada kelompok kontrol yang hanya mengkonsumsi OAD. Hasil uji paired sample T-test menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar glukosa darah secara signifikan (p = 0,000< α=0,01). pada kelompok perlakuan. 

Kepada ahli gizi  RSU Prov.NTB dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memasukkan jus jambu biji kedalam diet pasien, karena selain dapat memberikan kontribusi zat gizi dan serat yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah  juga terdapat antioksidan yang  dapat mengurangi radikal bebas akibat  dari keadaan hiperglikemia, sehingga dapat mencegah atau menghambat perjalanan penyakit menjadi lebih buruk. Kepada pasien diabetes mellitus perlu mentaati diet DM yang telah ditentukan oleh ahli gizi sehingga regulasi glukosa darah dapat terkontrol dengan baik. Pada pembaca atau profesi gizi, perlu dilakukan penelitian lanjutan pada pasien diabetes mellitus rawat inap efeknya terhadap  komplikasi penyakit diabetes mellitus dan hari rawat inap.

Kata Kunci : Jambu Biji, Kadar Glukosa Darah, Diabetes Mellitus

Peneliti utama :ALADHIANA C,AGK.SP.M.KES

Anggota peneliti :

1. Dr. FACHRUDY HANAFI, M.KES.

2. LINA SUNDAYANI, S.PD, M.KES

3. RETNO WAHYUNINGSIH, S.GZ.

Tentang jurnalgiziprima

Jurnal gizi prima
Pos ini dipublikasikan di Penelitian tahun 2010. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s